Sabtu, 12 April 2014

perbandingan laporan keuangan Indonesi dengan Nepal


Bursa Efek Indonesia 

Bursa Efek Indonesia (disingkat BEI, atau Indonesia Stock Exchange (IDX)) merupakan bursa hasil penggabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES). Demi efektivitas operasional dan transaksi, Pemerintah memutuskan untuk menggabung Bursa Efek Jakarta sebagai pasar saham dengan Bursa Efek Surabaya sebagai pasar obligasi dan derivatif. Bursa hasil penggabungan ini mulai beroperasi pada 1 Desember 2007.

BEI menggunakan sistem perdagangan bernama Jakarta Automated Trading System (JATS) sejak 22 Mei 1995, menggantikan sistem manual yang digunakan sebelumnya. Sejak 2 Maret 2009 sistem JATS ini sendiri telah digantikan dengan sistem baru bernama JATS-NextG yang disediakan OMX.

Bursa Efek Indonesia berpusat di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kawasan Niaga Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman 52-53, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selata.

Sejarah Bursa Efek Indonesia

Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.

Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagimana mestinya.

Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

Secara singkat, tonggak perkembangan pasar modal di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut:

[Desember 1912]
  •  Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda
[1914 – 1918]
  • Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia I
[1925 – 1942]
  • Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Efek di Semarang dan Surabaya
[Awal tahun 1939]
  • Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di Semarang dan Surabaya ditutup
[1942 – 1952]
  • Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang Dunia II
[1956]
  • Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Efek semakin tidak aktif
[1956 – 1977]
  • Perdagangan di Bursa Efek vakum
[10 Agustus 1977]
  • Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Tanggal 10 Agustus diperingati sebagai HUT Pasar Modal. Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara
[1977 – 1987]
  • Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten hingga 1987 baru mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingkan instrumen Pasar Modal
[1987]
  • Ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia
[1988 – 1990]
  • Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat meningkat
[2 Juni 1988]
  • Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer
[Desember 1988]
  • Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88 (PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal
[16 Juni 1989]
  • Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya
[13 Juli 1992]
  • Swastanisasi BEJ. BAPEPAM berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ
[22 Mei 1995]
  • Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems)
[10 November 1995]
  • Pemerintah mengeluarkan Undang –Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang ini mulai diberlakukan mulai Januari 1996
[1995]
  • Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya
[2000]
  • Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai diaplikasikan di pasar modal Indonesia
[2002]
  • BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading)
[2007]
  • Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI)
[02 Maret 2009]

  • Peluncuran Perdana Sistem Perdagangan Baru PT Bursa Efek Indonesia: JATS-NextG


Perkembangan Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berkembang seiring bertambahnya usia, dan keadaan pun semakin menunjukkan bahwa efek / saham semakin banyak peminatnya, dilihat dari kapitalisasinya yang terus bertambah dari tahun-tahun sebelumnya. Investasi di pasar modal diharapkan bisa menjadi alternatif penghimpunan dana selain sistem perbankan. Pasar modal memungkinkan perusahaan menerbitkan sekuritas yang berupa surat tanda hutang (obligasi) ataupun surat tanda kepemilikan (saham). Dengan menjual saham kepada publik, perusahaan dapat memperoleh dana dari pasar modal, adapun tujuan penggunaan dananya yaitu untuk: ekspansi, memperbaiki struktur permodalan, pengalihan pemegang saham (divestasi) dan lain-lainnya. Investasi di pasar modal memungkinkan para pemodal mempunyai berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan preferensi risiko mereka. Seandainya tidak ada pasar modal, maka para pemodal mungkin hanya bisa menginvestasikan dana mereka dalam sistem perbankan (selain alternatif investasi pada real assets seperti properti dan emas). Di samping itu, investasi pada sekuritas/saham mempunyai daya tarik lain yaitu pada likuiditasnya. Sehubungan dengan itu maka pasar modal memungkinkan terjadinya alokasi dana yang efisien. Hanya kesempatan-kesempatan investasi yang menjanjikan keuntungan yang tertinggi (sesuai dengan risikonya) yang mungkin memperoleh dana.

Sebelum melakukan investasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar hasil investasi sesuai dengan yang diharapkan, diantaranya:

1.      Usia investor dan kapan hasil investasi itu akan dinikmati.

2.      Jumlah dana yang disediakan, waktu, dan kemampuan yang dimiliki untuk mengawasi investasi.

3.      Tingkat imbal hasil (return) yang diharapkan serta risiko yang siap ditanggung oleh investor.



Semakin tinggi hasil yang diharapkan maka semakin tinggi risiko yang akan ditanggung. Saat ini investasi dalam bentuk portofolio(obligasi, saham, atau surat berharga lainnya) lebih menarik karena dianggap memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dan relatif tidak membutuhkan perizinan yang rumit. Investasi portofolio yang paling marak Indonesia selama kurun waktu 2001 hingga 2008 adalah investasi di pasar modal. Pada tahun 2001, IHSG berada pada level 470.23 dan pada akhir tahun 2007 berada pada 2745.83 atau naik sebesar 483.93 persen, jika di rata-rata pertahunnya sebesar 69.13 persen.



Bursa Saham Nepal

Bursa Saham Nepal (NEPSE; bahasa Inggris: Nepal Stock Exchange) adalah bursa saham di Nepal yang terletak di SinghaDurbar Plaza, pusat kota Kathmandu. Pada 4 April 2008, kapitalisasi pasar saham dari perusahaan terdaftar di NESPE adalah AS$3.658.390.000. Indeks pasar saham utama NEPSE adalah Indeks NEPSE.

Tujuan dasar NEPSE memberikan pemasaran dan likuiditas bebas kepada pemerintah dan efek korporat dengan memfasilitasi transaksi di lantai bursa melalui anggota, perantara pasar, seperti broker, pembuat pasar dll. NEPSE membuka lantai bursa pada 13 Januari 1994. Pada November 2010, NEPSE memiliki 266 perusahaan terdaftar, yang meliputi Bank Komersial, Perusahaan Listrik Hidro, Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Keuangan antara lain. Masa perdagangan di bursa NEPSE adalah 12:00 hingga 15:00 setiap hari kecuali Sabtu, Minggu, dan hari libur yang ditetapkan pengelola bursa sebelumnya.


Sejarah Bursa Saham Nepal

Sejarah pasar modal dimulai dengan pengapungan saham oleh Biratnagar Rami Mills Ltd dan Nepal Bank Ltd pada tahun 1937. Pengenalan Undang-Undang Perseroan tahun 1964, penerbitan pertama Obligasi Pemerintah pada tahun 1964 dan pembentukan Securities Exchange Center Ltd pada tahun 1976 adalah perkembangan yang signifikan lain yang berkaitan dengan pasar modal.

Bursa Efek Center didirikan dengan tujuan untuk memfasilitasi dan mempromosikan pertumbuhan pasar modal. Sebelum konversi ke bursa itu satu-satunya lembaga pasar modal melakukan pekerjaan brokering, underwriting, isu publik mengelola, pasar membuat untuk obligasi pemerintah dan jasa keuangan lainnya. Pemerintah Nepal, di bawah program dimulai untuk mereformasi pasar modal dikonversi Securities Exchange Center menjadi Bursa Efek Nepal pada tahun 1993.


Format Laporan Keuangan


Laporan Keuangan (Financial Statements)

Laporan Keuangan adalah informasi keuangan yang disajikan dan disiapkan oleh manajemen dari suatu perusahaan kepada pihak internal dan eksternal, yang berisi seluruh kegiatan bisnis dari satu kesatuan usaha yang merupakan salah satu alat pertanggungjawaban dan komunikasi manajemen kepada pihak-pihak yang membutuhkannya. Laporan keuangan merupakan seperangkat laporan keuangan formal (full set) yang terdiri dari:

  • Neraca (balance sheet), yang menggambarkan posisi keuangan dari satu kesatuan usaha yang merupakan keseimbangan antara aktiva (assets), utang (liabilities), dan modal (equity) pada suatu tanggal tertentu. 
  • Laporan laba rugi (income statement) merupakan ikhtisar dari seluruh pendapatan dan beban dari satu kesatuan usaha untuk satu periode tertentu. 
  • Laporan perubahan ekuitas (statement of change of equity) adalah laporan perubahan modal dari satu kesatuan usaha selama satu periode tertentu, yang meliputi laba komprehensif, investasi dan distribusi dari dan kepada pemilik (investment by and distributions to owner’s) 
  • Laporan arus kas (cash flow statement) berisi seluruh penerimaan dan pengeluaran kas baik yang berasa dari aktivitas operasional, investasi dan pendanaan dari satu kesatuan usaha selama satu peride tertentu. 
  • Catatan atas pelaporan keuangan (notes of financial statement) berisi informasi yang tidak dapat diungkapkan dalam keempat laporan keuangan di atas, yang mengungkapkan seluruh prinsip, prosdur, metode, dan teknik yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan tersebut.

 


Unsur-unsur Laporan Keuangan

NERACA adalah suatu daftar yang menggambarkan aktiva, kewajiban dan modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada saat-saat tertentu. 
Aktiva (Assets) terdiri dari beberapa macam antara lain:
A.    Aktiva lancar (Current Assets)

Adalah aktiva yang diperkirakan dapat direalisasikan atau yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dijual atau digunakan hingga habis per unitnya dalam jangka waktu 12 bulan. Contohnya :

Ø  Uang kas rekening giro bank.

Ø  Surat berharga.

Ø  Deposito jangka pendek.

Ø  Wesel tagih dengan jatuh tempo kurang sasau tahun.

Ø  Piutang usaha.

Ø  Persediaan barang dagang.

Ø  Biaya dibayar dimuka



B.     Penyertaan (Investasi)

Merupakan penyertaan modal jangka panjang kepada perusahaan lain atau dimaksudkan untukmenguasai perusahaan lain. Contohnya :

Ø  Penyertaan dalam bentuk saham atau obligasi.

Ø  Aktiva lain, seperti pembelian tanah dengan rencana pengguanaan yang akan datang.



C.    Aktiva tetap (Fixed assets)

Adalah aktiva berwujud yang digunakan untuk operasi perusahaan dan mempunyai masa manfaat satu tahun atau lebih. Contohnya:

Ø  Tanah atau hak atas tanah.

Ø  Bangunan.

Ø  Mesin.

Ø  Peralatan dan sumber alam..

Ø  Kendaraan.



D.    Aktiva tak berwujud (Intangible assets)

Merupakan hak-hak istimewa atau posisi yang mebuntunkan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. Contohnya :
  • Hak paten. 
  • Hak merek. 
  • Hak cipta. 
  • Waralaba. 
  • Goodwill.

E.     Aktiva lain-lain (Other assets)

Merupakan aktiva yang tidak dapat digolongkan ke aktiva lain. Contohnya: 
  • Aktiva tetap yang tidak dapat digunakan 
  • Aktiva lancar yang tidak disertakan dalam kegiatan 
  • Beban-beban yang ditangguhkan 
  • Piutang kepada pemegang saham
Kewajiban (Liabilities)
Adalah pengorbanan ekonomis yang wajib dilakukan perusahaan di masa yang akan dating dalam bentuk penyerahan aktiva/pemberian jasa. Kewajiban diklasifikasikan dan disusun berdasarkan jangka waktu/jatuh tempo pembayaran. 
Kewajiban lancar/jangka pendek (short term liabilities)
Hutang yang akan dilunasi dalam jangka waktu satu tahu. Idealnya pembayaran hutang jangka pendeknharus berasal dari pemanfaatan aktiva lancar. Namun, pada kenyataannya anyak pula pembayaran pokok pinjaman yang dilunasi melalui hutang, begitu pula dengan pembayaran pokok pinjaman yang dilunasi melalui penerbitan hutang yang baru. Kewajiban lancar mencakup: 
  • Hutang usaha 
  • Uang muka pembayaran 
  • Beban-beban yang masih harus dibayar 
  • Hutang pembelian aktiva tetap atau pinjaman bank yang harus diselesaikan dalam waktu satu tahun.
Kewajiban jangka panjang (Long terms liabilities)
Adalah hutang yang tidak jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau hutang yang pada umumnya tidak bisa menggunakan aktiva lancar dalam pelunasannya. Mencakup : 
  • Obligasi 
  • Hipotik 
  • Pinjaman gadai
Kewajiban lain-lain (Other liabilities)

Merupakan hutang yang tidak bisa digolongkan ke kewajiban-kewajiban lain. Mencakup : 
  • Pendapatan yang ditangguhkan (lebih satu tahun) 
  • Hutang jaminan jangka panjang 
  • Hutang kepada direksi atau perusahaan afiliasi 
Modal (Equity)

Merupakan hak pemilik dalam perusahaan. Secara teknis, modal dipresentasikan oleh selisih antara aktiva dan kewajiban. Modal ini berasal dari investasi pemilik (pemegang saham) dan akumulasi hasil usaha (laba/rugi) perusahaan.
LAPORAN LABA RUGI
Adalah laporan yang menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam satu periode waktu tertentu.
Pendapatan (Income)
Adalah aliran penerimaan kas atau aktiva lain yang diterima dari konsumen sebagai hasil penjualan barang atau pemberian jasa atau dari aktivitas di luar usaha pokok perusahaan dalam satu periode. Pengelompokannya:
Pendapatan uasaha (Operating income)
Pendapatan uasaha yang timbul dari usaha pokok perusahaan.
Pendapatan di luar usaha (non operating income)
Pendapatan di luar usaha yang timbul dari selain kegiatan usaha pokok perusahaan.
Beban (Expenses)
Merupakan biaya yang telah dimanfaatkan dalam usaha menghasilkan pendapatan dalam satu periode. Pengelompokannya :
Beban usaha (Operating Expenses)
Biaya yang dikorbankan untuk usaha utama
Beban di luar usaha (Non operating expenses)
Biaya yang dikorbankan untuk kegiatan bukan usaha utama
Beban lain-lain (Other expenses) Biaya yang dikorbankan untuk kegiatan di luar usaha perusahaan 

LAPORAN PERUBAHAN MODAL 
Laporan ini hanya menyajikan perubahan modal perusahaan pada suatu periode tertentu. Modal yang berubah bergantung dari laba atau rugi yang dialami oleh perusahaan pada periode yang sama. 

LAPORAN ARUS KAS   
Digunakan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengahasilkan dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. 3 komponen besarnya antara lain:
  • Arus kas dari perusahaan operasional 
  • Arus kas dari kegiatan investasi 
  • Arus kas dari kegiatan pendanaan



Analisis Perbandingan Antara Indonesia Dengan Nepal

Perusahaan Manufaktur              

INDIKATOR
Unilever Nepal
INDONESIA
Urutan Financial Statement
1.     Income Statement
2.       Statement of Comprehensive Income
3.       Financial Possition
4.       Statement of Cash flows
5.       Statement of Changes in Equity
6.       Notes to the Financial Statement
1.      Laporan Posisi Keuangan (Neraca).
2.       Laba Rugi Komprehensif.
3.      Laporan Perubahan Ekuitas.
4.      Laporan Arus Kas.
5.      Catatan Atas Laporan Keuangan

Income Statement
Ø Ada
Ø  Berisi tentang pendapatan yang diterima selama periode berjalan dan beban yang dikeluarkan, serta laba/rugi pada akhir periode
Statement of Comprehensive Income
Statement of Comprehensive Income
Ø  Ada
Ø  Berisi tentang perkembangan kegiatan finansial perusahaan selama periode tersebut. Berfokus pada untung dan rugi yang tidak disajikan dalam Income Statement
Ø  Ada
Ø  Laba Rugi Komprehensif berisi tentang pendapatan yang diterima selama periode berjalan dan beban yang dikeluarkan, serta laba/rugi pada akhir periode
Financial Possition
Ø  Ada
Ø  Tidak ada perbedaan dalam pelaporan
Ø  Ada
Ø  Tidak terdapat perbedaan dalam pelaporan
Statements of Cash Flows
Ø  Ada
Ø  Tidak ada perbedaan dalam pelaporan
Ø  Ada
Ø  Tidak ada perbedaan dalam pelaporan
Statements of Changing in Equity
Ø  Ada
Ø  Berisi tentang laba rugi 3 periode, terdapat unsur translasi, hedging, akuisisi, deviden, dan juga pajak sebagai pembentuk saldo akhir periode
Ø  Ada
Ø  Berisi tentang pendapatan 2 periode dan deviden sebagai pembentuk saldo akhir periode
Notes of the Financial Statements
Ø  Ada
Ø  Tidak ada perbedaan dalam pelaporan
Ø  Ada
Ø  Tidak ada perbedaan dalam pelaporan



Perusahaan Dagang

INDIKATOR
MCPHERSON’S LIMITED
INDONESIA
Urutan Financial Statement
1. Statement of Comprehensive Income
2. Financial Possition
3. Statement of Changes in Equity
4. Statement of Cash flows
5. Notes to the Financial Statement
1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
2. Laba Rugi Komprehensif
3. Laporan Perubahan Ekuitas
4. Laporan Arus Kas
5. Catatan Atas Laporan Keuangan
Statement of Comprehensive Income

·   Ada
·   Laba Rugi Komprehensif berisi tentang pendapatan yang diterima selama periode berjalan dan beban yang dikeluarkan, serta laba/rugi pada akhir periode
·   Tidak terdapat Diluted EPS
Financial Possition

Ø Ada
Ø Tidak terdapat provitions
Statements of Changing in Equities

Ø Ada
Ø Berisi tentang pendapatan 2 periode dan deviden sebagai pembentuk saldo akhir periode
Statements of Cash Flows

Ø Ada
Ø Tidak ada perbedaan dalam pelaporan
Notes of the Financial Statements

Ø Ada
Ø Tidak ada perbedaan dalam pelaporan



Perusahaan Jasa

INDIKATOR
NABIL BANK LIMITED
INDONESIA
Urutan Financial Statement
1.      Statement of Comprehensive Income
2.      Financial Possition
3.      Statement of Changes in Equity
4.      Notes to the Financial Statement
1.      Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
2.      Laba Rugi Komprehensif
3.      Laporan Perubahan Ekuitas
4.       Laporan Arus Kas
5.      Catatan Atas Laporan Keuangan
Statement of Comprehensive Income
Ø  Ada
Ø  Laba Rugi Komprehensif berisi tentang pendapatan yang diterima selama periode berjalan dan beban yang dikeluarkan, serta laba/rugi pada akhir periode
Ø  Terdapat Depresiasi dan depresiasi surplus pada laporan laba rugi

Ø  Ada
Ø  Laba Rugi Komprehensif berisi tentang pendapatan yang diterima selama periode berjalan dan beban yang dikeluarkan, serta laba/rugi pada akhir periode
Financial Possition
Ø  Ada
Ø  Tidak ada perbedaan dalam pelaporan
Ø  Ada
Ø  Tidak ada perbedaan dalam pelaporan
Statements of Changing in Equities
Ø  Ada
Ø  Berisi tentang laba rugi 3 periode, berisi tentang comprehensive income dan transactions with owners
Ø  Ada
Ø  Berisi tentang pendapatan 2 periode dan deviden sebagai pembentuk saldo akhir periode
Notes of the Financial Statements
Ø Ada
Ø  Tidak ada perbedaan dalam pelaporan
Ø  Ada
Ø  Tidak ada perbedaan dalam pelaporan






http://id.wikipedia.org/wiki/Bursa_Saham_Nepal


http://en.wikipedia.org/wiki/Nepal_Stock_Exchange